RSS

Percaya Kepada Penyelenggaraan Illahi

Sat, Feb 14, 2009

MSF, Seminari Berthinianum

Percaya Kepada Penyelenggaraan Illahi

Sharing ini, akan saya mulai dengan sebuah refleksi yang saya beri judul

“Seandainya”:
Apa yang terjadi dengan diriku
Seandainya,
Aku tidak dilahirkan
Aku tidak dibaptis katolik
Aku tidak sekolah
Aku bekerja setelah lulus sekolah
Orang tuaku tidak mendidikku dengan baik
Aku tidak memutuskan masuk biara
Aku memutuskan untuk keluar dari biara
Aku tidak ditahbiskan
Aku tidak memilih kongregasi MSF
Seandainya…..seandainya…….
Tentu, aku tidak akan bisa menjadi seperti ini
Dan bisa berada di sini.

Dari refleksi “Seandainya” ini, terkandung point-point permenungan sebagai berikut:
1. Saya merasakan sampai saat ini betapa cinta kasih Allah kepada saya itu begitu luas dan dalam. Allah tak hentinya-hentinya membimbing, mengarahkan, menaungi dan memberi keselamatan kepada saya. Kasih Allah itu menjadi nyata justru dalam setiap peristiwa hidup saya.
2. Kepercayaan bahwa Allah punya rencana dalam hidupku. Peristiwa hidup yang saya alami tidak terjadi secara kebetulan. Allah meletakkan setiap rencana dalam setiap peristiwa hidup saya.  Dan semua rencanaNya adalah baik adanya.

Dari semuanya ini saya berkeyakinan bahwa apa yang saya alami kemarin, hari ini dan kelak adalah karena penyelenggaraan ilahi. Semua bisa terjadi, kalau Allah berkehendak. Allahlah yang mempunyai inisiatif:memanggil, memilih dan mengutus saya untuk menjadi pelayanNya, dan saya diminta untuk menjawab dan menanggapi kehendak Allah itu. Dalam hal ini, Allah menjadi penyelenggara seluruh kehidupan saya. Maka hidup saya harus senantiasa terarah pada Allah sendiri. Fokus hidupku harus terarah pada kehendak Allah.

Keyakinan inilah yang saya hidupi sebagai seorang imam-biarawan MSF. Percaya bahwa apa yang saya alami yang menyangkut soal tugas perutusan yang saya emban sebagai seorang imam-biarawan MSF adalah dalam rangka penyelenggaraan ilahi. Maka satu sikap yang ada dalam diri saya adalah bersyukur bahwa saya boleh diberi kesempatan oleh Allah untuk berkarya dalam konggresi MSF. Rasa syukur itu terungkap dalam kesungguhan hati setiap kali melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan kepada saya. Walaupun jujur saya akui, kadang kala saya merasakan suasana hati yang berat, tidak pantas, tidak mampu ketika harus menjalankan tugas perutusan tertentu. Namun saya percaya, Tuhan yang menyelenggarakannya, akan campur tangan di dalamnya. Tuhan yang memulai maka Dia akan menyelesaikannya. Maka dalam kepercayaan saya membuang jauh ketakutan dan kekuatiran, dan melihat berbagai macam tantangan sebagai cara Tuhan untuk memperkuat dan mendewasakan iman saya.

Dan akhirnya saya mengatakan, bahwa menjadi imam – biarawan MSF, adalah merupakan berkat tersendiri bagi saya. Melalui konggregasi ini, saya bisa menangkap dan mengalami kehendak Allah yang terjadi dalam hidup saya, dan saya bisa ikut serta dalam mewartakan Kerajaan Allah. Saya bersyukur karena melalui konggregasi ini, banyak orang dipertobatkan dan diperdamaikan sesuai dengan pesan Bunda Rekonsiliatrix La Salette dan dibawa semakin dekat dengan Yesus Kristus.
Semoga semangat ini tetap menyala dan membawa semangat pula bagi semua orang untuk setia dan terbuka pada penyelenggarakan ilahi.

, , , , , , , , , ,

This post was written by:

Andy Iswanto - who has written 37 posts on MSF- Family.

Tim Promosi Panggilan MSF Propinsi Jawa, Wisma Betlehem, Jl. Cemara 41A Salatiga - Jawa Tengah. telp (0298)322772.

Contact the author

2 Comments For This Post

  1. Edwin Says:

    Sungguh suatu berkat bagi umat jika para gembalanya menyadari akan tugas perutusannya sebagai pewarta kabar gembira. Mengambil keputusan menjadi seorang Imam-Biarawan dan menjalaninya dengan setia bukan suatu hal mudah. Namun dibalik tantangan tersebut Rahmat Allah tak kurang-kurangnya menyertai orang-orang pilihanNya. Kesadaran dan ketulusan seorang Imam akan Panggilan Imamat menjadikan umat yang dipimpimnya semakin kuat dalam mengarungi kehidupan. Sikap bahagia dalam menjalani setiap tugas dan berani mengambil resiko atas keputusan yang diambilnya menjadi salah satu tanda kehadiran Allah ditengah-tengah manusia.
    Manusia menerka - nerka jalannya namun Allah yang menentukannya.
    Hanya inilah doa kami, semoga para Imam-Biarawan/i setia akan jalan panggilan mereka dan selalu dalam bimbingan Penyelenggaraan Ilahi.
    Kita semua dipanggil untuk berjuang dibawah panji-panji Salib Kristus.
    Mane Nobscum Domine - Tinggallah Bersama-sama kami.

  2. aloysius beny Says:

    siang, mo..mo kalo mau minta partitur lagu2 dalam album Penuhi RencanaMu..khususnya lagu ke 1,2,4,5 boleh..ndak ya…terimakasih sebelumnya..ditunggu jawabnya ya..GBU

Leave a Reply